Kamis, 29 Maret 2018

Welcome to my blog

Selamat Datang di blog saya!


Akhirnya setelah sekian lama tidak aktif sejak akhirtahun hingga awal tahun......

blog akan kembali aktif

Sabtu, 13 Januari 2018

Sekilas Tentang sejarah Dasa Dharma

Sekilas sejarah dasadharma. Sejak berdirinya organisasi gerakan pramuka tahun 1961 tentu dasa dharma yang kita kenal sekarang tidaklah seperti itu, beberapa kali terjadi perubahan. Mulai tahun 1961 sampai dengan tahun 1978 terjadi empat kali perubahan dan sampailah ke Dasa Dharma yang kini dipakai. Perubahan-perubahan tersebut adalah : 
1961 - 1966 Dasa Darma sebagai lampiraan KEPRES 238 TAHUN 1961. 
Hasil rumusan Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka. 
1. Pramuka itu dapat dipercaya 
2. Pramuka itu setia 
3. Pramuka itu sopan dan perwira
 4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka 
5. Pramuka itu penyayang sesama makhluk 
6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa 
7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah
 8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran 
9. Pramuka itu hemat dan cermat
 10.Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan. 

1966 – 1974 1966 HASIL MUKER ANPUDA (Musyawarah Kerja Anggota Pandu Muda) [NAMA SEBELUM MUNAS]
 1. Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan YME 
2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia
 3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
 4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemuliyaan Indonesia 
5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila
 6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur 
7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja
 8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
 9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira untuk dapat berguna 10.Kami Pramuka Indonesia, berwatak kasatria dan bertindak dengan disiplin

Jumat, 12 Januari 2018

Sejarah Terbentuknya Saka Tarauna Bumi

Era Tahun 1961-1999 Gerakan pramuka bertujuan mendidik pemuda indonesia dengan prinsip Baden powel yg pelaksanaanya disesuaikan dengan kebutuhan, keadaan dan perkembangan bangsa indonesia.dengan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan keadaan masing- masing wilayah indonesia ternyata Gerakan pramuka dapat membawa perubahan dan perkembangan kegiatanya secara luas.mengingat bahwa 80%penduduk Indonesia tinggal didesa dan 75% adalah keluarga petani, maka Era tahun 1961 Kwarnas menganjurkan pramuka menyelengarakan kegiatan dibidang pembangunan masyarakat desa.Anjuran itu terlaksana .
 Hasil gambar untuk saka Taruna BumiDijawa tengah DI Jogjakarta, Jawa Timur dan jawa barat telah mampu menarik pemimpin dan tokoh masyarakat indonesia. Era Tahun 1966, mentri pertanian dan Kak kwarnas mengeluarkan Intruksi pertama tentang pembentukan Saka Taruna bumi.Saka Taruna bumi dibentuk dan diselengarakan khusus adanya kemungkinan kegiatan pramuka bidang pendidikan dan cinta pembangunan pertanian dan pembangunan masyarakat desa secara nyata.Saka tarunabumi ternyata telah membawa pembaharuan, bahkan semangat u/ mengusahakan penemuan baru( Inovasi ) pada pemuda desa yg selanjutnya mampu mempengaruhi seluruh masyarat desa.Model pembentukan saka taruna bumi akhirnya berkembang menjadi pembentukan saka lainya seperti : Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka bhayangkara, Saka Bhakti Husada, Saka kencana, Saka Wanabakhti, SakaWira kartika.bahkan yg lebih baru ada Saka Pariwisata.Saka Budaya bahkti.dll.memang kita akui bahwa gerakan pramuka adalh wadah yg pas dalam sistem perkembangan bangsa.
 

Minggu, 24 Desember 2017

DEWAN KERJA PENEGAK PANDEGA



Dewan kerja adalah suatu badan yang terdiri dari para Pramuka Penegak dan Pandega, sebagai wadah kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega untuk menambah pengetahuan dari pengalamannya dibidang organisasi serta mengembangkan bakat-bakat kepemimpinannya. Dewan kerja berkedudukan sebagai alat kelengkapan kwartir



Tugas pokok dewan kerja adalah :
a.   Melaksanakan keputusan-keputusan MUSPPANITERA sesuai dengan tingkat dan wilayah kerjanya
b.   Mengelola kegiatan satuan Penegak dan Satuan Pandega yang berada di dalam wilayah kerjanya
c.   Membina dewan kerja yang ada di bawah dan didalam wilayah kerjanya secara kordinatif dan konsultatif



  • Dewan Kerja
a.   Anggota dewan kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dipilih oleh Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Pandega Puteri Putera (Musppanitera) di tingkat masing-masing, yang kemudian disyahkan oleh kwartir
b.   Dewan kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega terdiri atas :
1)   Ketua
2)   Wakil ketua
3)   Sekretaris
4)   Bendahara
5)   Beberapa anggota
c.   Dewan kerja dilantik oleh Kwartir di jajaranya
d.   Selama masa baktinya dewan kerja dapat melakukan mutasi anggota, pemberhentian anggota, dan penggantian anggota antar waktu
e.   Apabila ketua dewan kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega terpilih seorang putera, maka harus dipilih seorang puteri sebagai wakil ketua atau sebaliknya
f.    Ketua dan wakil ketua dean kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega adalah ex-officio anggota Kwartir sebagai Andalan
 
  • Struktur Oganisasi Dewan Kerja sebagai berikut :
a.   Di tingkat Nasional disebut Dewan Kerja Penegak dan Pandega Nasional, disingkat Dewan Kerja Nasional (DKN) 
b.   Di tingkat Daerah disebut Dewan Kerja Penegak dan Pandega Daerah, disingkat Dewan Kerja Daerah (DKD) 
c.   Di tingkat Cabang disebut Dewan Kerja Penegak dan  Pandega Ranting, disingkat Dewan Kerja Ranting (DKR)
   
Bentuk hubungan antar Dewan Kerja dengan Kwartirnya adalah sebagai berikut :    a.  Dewan kerja memiliki hubungan koordinatif dan konsultatif dengan Kwartirnya, dalam hal memikirkan, merencanakan, memutuskan dan menilai kegiatan Penegak dan Pandega sesuai dengan wilayah kerjanya.
 b.   Kwartir memiliki hubungan komando dengan dewan kerja dalam hal melaksanakan penggerakan dan kegiatan di bidang Penegak dan Pandega sesuai dengan wilayah kerja dewan kerja yang bersangkutan

Bentuk hubungn antara dewan kerja dengan dewan kerja adalah :
a.   Hubungan antara dewan kerja dengan dewan kerja yang berbeda tingkatan adalah garis bimbingan koordinatif dan konsultatif
b.   Hubungan antara dewan kerja dengan dewan kerja yang setingkat adalah garis hubungan informatif dan kerja sama
c.   Segala hubungan dilakukan atas sepengetahuan  Kwartirnya

  Masa Bakti dewan kerja sama dengan masa bakti Kwartirnya
a.   DKN - 5 tahun
b.   DKD - 5 tahun
c.   DKC - 5 tahun
d.   DKR - 3 tahun

Persyaratan umum anggota dewan kerja adalah sebagai berikut :
a.   Bertakwa kepada Tuhan YME
b.   Memiliki kepribadian yang baik serta dedikasi/semangat pengabdian yang tinggi
c.   Berpendidikan dan berpengalaman bermampuan berorganisasi
d.   Minimal sudah dilantik sebagai Penegak Bantara dan maksimal Pandega
e.   Belum menikah dan berusia anatar 18 tahun sampai dengan 23 tahun pada saat memulai jabatan dan harus menyelesaikan masa baktinya sampai selesai
f.    Khusus bagi anggota Badan pengurus Harian harus bertempat tinggal dan berkedudukan di wilayah kedudukan Kwartirnya




 

Sabtu, 23 Desember 2017

Penentuan Umur Batuan



Penentuan umur geologi tidak lepas dari dasar atau asa-asas penentuan umur staratigrafi yang di dapat melalui kajian fosil (paleontologi), unconformity, dan asas stratigrrafi.


Asas startigrafi konvensional menjelaskan sebagai berikut :
1. Uniformitarianis
2. Superposisi
3. Lateral continuity
4. Konsep original horizontal
5.Asas pemotongan

1). Prinsip Superposisi menyatakan bahwa lapisan (batuan sedimen) yang berada di bawah berumur lebihtua dibandingkan lapisan diatasnya dalam ururtan normal. Prinsip ini secara implisit menyatakan bahwa bidang perlapisan adalah bidang kesamaan waktu. Bidang perlapisan adalah permukaan pengendapan.

2). Prinsip lateral continuity menyatakan bahwa lapisan sedimen menerus secara lateral (sampai ke tepicekungan pengendapannya; dimana ia membaji). Penerusan atau penyusuran bidang perlapisan ataulapisan adalah lapisan yang meneruskan bidang kesamaan waktu atau merupakan dasar dari prinsipkorelasi stratigrafi. Perhentian kesinambungan lapisan terjadi oleh ;
•Pembajian
•Perubahan fasies (dimana perlapisan tetap menerus)
•Pemacungan karena erosi di bawah ketidakselarasan
•Adanya sesar

3). Konsep original horizontal atau Hukum datar asal menyatakan bahwa lapisan pada asalnya adalah diendapkan secara horizontal(mendatar).

4). Pada azas pemotongan, bagian yang dipotong/diterobos mempunyai umur yang lebih tua dibandingdengan dari bagian yang memotongnya/menerobosnya. Prinsip ini berlaku bagi geologi struktur.

Pada beberapa daerah , suatu struktur geologi dapat terpotong oleh struktur lainnya, seperti contoh: sesar naik cimandiri terpotong oleh sesar mendatar Cilampegan dan sesar mendatar Cibogo. Dalam kondisi demikian strukturr geologi yang dipotong mempunyai umur yang lebih tua dari yang memotongnya.


Jam Biologis Tubuh

Jam biologis manusia bekerja sepanjang waktu. Setiap hormon atau zat kimiawi tubuh bekerja pada jam-jam tertentu yang sudah pasti. Berp...