Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Januari 2018

Sekilas Tentang sejarah Dasa Dharma

Sekilas sejarah dasadharma. Sejak berdirinya organisasi gerakan pramuka tahun 1961 tentu dasa dharma yang kita kenal sekarang tidaklah seperti itu, beberapa kali terjadi perubahan. Mulai tahun 1961 sampai dengan tahun 1978 terjadi empat kali perubahan dan sampailah ke Dasa Dharma yang kini dipakai. Perubahan-perubahan tersebut adalah : 
1961 - 1966 Dasa Darma sebagai lampiraan KEPRES 238 TAHUN 1961. 
Hasil rumusan Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka. 
1. Pramuka itu dapat dipercaya 
2. Pramuka itu setia 
3. Pramuka itu sopan dan perwira
 4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka 
5. Pramuka itu penyayang sesama makhluk 
6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa 
7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah
 8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran 
9. Pramuka itu hemat dan cermat
 10.Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan. 

1966 – 1974 1966 HASIL MUKER ANPUDA (Musyawarah Kerja Anggota Pandu Muda) [NAMA SEBELUM MUNAS]
 1. Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan YME 
2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia
 3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
 4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemuliyaan Indonesia 
5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila
 6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur 
7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja
 8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
 9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira untuk dapat berguna 10.Kami Pramuka Indonesia, berwatak kasatria dan bertindak dengan disiplin

Jumat, 12 Januari 2018

Sejarah Terbentuknya Saka Tarauna Bumi

Era Tahun 1961-1999 Gerakan pramuka bertujuan mendidik pemuda indonesia dengan prinsip Baden powel yg pelaksanaanya disesuaikan dengan kebutuhan, keadaan dan perkembangan bangsa indonesia.dengan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan keadaan masing- masing wilayah indonesia ternyata Gerakan pramuka dapat membawa perubahan dan perkembangan kegiatanya secara luas.mengingat bahwa 80%penduduk Indonesia tinggal didesa dan 75% adalah keluarga petani, maka Era tahun 1961 Kwarnas menganjurkan pramuka menyelengarakan kegiatan dibidang pembangunan masyarakat desa.Anjuran itu terlaksana .
 Hasil gambar untuk saka Taruna BumiDijawa tengah DI Jogjakarta, Jawa Timur dan jawa barat telah mampu menarik pemimpin dan tokoh masyarakat indonesia. Era Tahun 1966, mentri pertanian dan Kak kwarnas mengeluarkan Intruksi pertama tentang pembentukan Saka Taruna bumi.Saka Taruna bumi dibentuk dan diselengarakan khusus adanya kemungkinan kegiatan pramuka bidang pendidikan dan cinta pembangunan pertanian dan pembangunan masyarakat desa secara nyata.Saka tarunabumi ternyata telah membawa pembaharuan, bahkan semangat u/ mengusahakan penemuan baru( Inovasi ) pada pemuda desa yg selanjutnya mampu mempengaruhi seluruh masyarat desa.Model pembentukan saka taruna bumi akhirnya berkembang menjadi pembentukan saka lainya seperti : Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka bhayangkara, Saka Bhakti Husada, Saka kencana, Saka Wanabakhti, SakaWira kartika.bahkan yg lebih baru ada Saka Pariwisata.Saka Budaya bahkti.dll.memang kita akui bahwa gerakan pramuka adalh wadah yg pas dalam sistem perkembangan bangsa.
 

Minggu, 24 Desember 2017

DEWAN KERJA PENEGAK PANDEGA



Dewan kerja adalah suatu badan yang terdiri dari para Pramuka Penegak dan Pandega, sebagai wadah kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega untuk menambah pengetahuan dari pengalamannya dibidang organisasi serta mengembangkan bakat-bakat kepemimpinannya. Dewan kerja berkedudukan sebagai alat kelengkapan kwartir



Tugas pokok dewan kerja adalah :
a.   Melaksanakan keputusan-keputusan MUSPPANITERA sesuai dengan tingkat dan wilayah kerjanya
b.   Mengelola kegiatan satuan Penegak dan Satuan Pandega yang berada di dalam wilayah kerjanya
c.   Membina dewan kerja yang ada di bawah dan didalam wilayah kerjanya secara kordinatif dan konsultatif



  • Dewan Kerja
a.   Anggota dewan kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dipilih oleh Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Pandega Puteri Putera (Musppanitera) di tingkat masing-masing, yang kemudian disyahkan oleh kwartir
b.   Dewan kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega terdiri atas :
1)   Ketua
2)   Wakil ketua
3)   Sekretaris
4)   Bendahara
5)   Beberapa anggota
c.   Dewan kerja dilantik oleh Kwartir di jajaranya
d.   Selama masa baktinya dewan kerja dapat melakukan mutasi anggota, pemberhentian anggota, dan penggantian anggota antar waktu
e.   Apabila ketua dewan kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega terpilih seorang putera, maka harus dipilih seorang puteri sebagai wakil ketua atau sebaliknya
f.    Ketua dan wakil ketua dean kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega adalah ex-officio anggota Kwartir sebagai Andalan
 
  • Struktur Oganisasi Dewan Kerja sebagai berikut :
a.   Di tingkat Nasional disebut Dewan Kerja Penegak dan Pandega Nasional, disingkat Dewan Kerja Nasional (DKN) 
b.   Di tingkat Daerah disebut Dewan Kerja Penegak dan Pandega Daerah, disingkat Dewan Kerja Daerah (DKD) 
c.   Di tingkat Cabang disebut Dewan Kerja Penegak dan  Pandega Ranting, disingkat Dewan Kerja Ranting (DKR)
   
Bentuk hubungan antar Dewan Kerja dengan Kwartirnya adalah sebagai berikut :    a.  Dewan kerja memiliki hubungan koordinatif dan konsultatif dengan Kwartirnya, dalam hal memikirkan, merencanakan, memutuskan dan menilai kegiatan Penegak dan Pandega sesuai dengan wilayah kerjanya.
 b.   Kwartir memiliki hubungan komando dengan dewan kerja dalam hal melaksanakan penggerakan dan kegiatan di bidang Penegak dan Pandega sesuai dengan wilayah kerja dewan kerja yang bersangkutan

Bentuk hubungn antara dewan kerja dengan dewan kerja adalah :
a.   Hubungan antara dewan kerja dengan dewan kerja yang berbeda tingkatan adalah garis bimbingan koordinatif dan konsultatif
b.   Hubungan antara dewan kerja dengan dewan kerja yang setingkat adalah garis hubungan informatif dan kerja sama
c.   Segala hubungan dilakukan atas sepengetahuan  Kwartirnya

  Masa Bakti dewan kerja sama dengan masa bakti Kwartirnya
a.   DKN - 5 tahun
b.   DKD - 5 tahun
c.   DKC - 5 tahun
d.   DKR - 3 tahun

Persyaratan umum anggota dewan kerja adalah sebagai berikut :
a.   Bertakwa kepada Tuhan YME
b.   Memiliki kepribadian yang baik serta dedikasi/semangat pengabdian yang tinggi
c.   Berpendidikan dan berpengalaman bermampuan berorganisasi
d.   Minimal sudah dilantik sebagai Penegak Bantara dan maksimal Pandega
e.   Belum menikah dan berusia anatar 18 tahun sampai dengan 23 tahun pada saat memulai jabatan dan harus menyelesaikan masa baktinya sampai selesai
f.    Khusus bagi anggota Badan pengurus Harian harus bertempat tinggal dan berkedudukan di wilayah kedudukan Kwartirnya




 

Selasa, 19 Desember 2017

Sistem Peredaran Darah



Sistem peredaran darah yang terdiri dari 3 komponen utama yaitu jantung, pembuluh darah dan darah. Dalam tubuh manusia darah relatif selalu berada dalam pembuluh darah kecuali pada saat masuk dalam jaringan untuk melakukan pertukaran bahan makanan dan oksigen dengan zat sisa pembakaran tubuh dan karbondioksida.

Jantung
Bagian sebelah kiri menerima darah yang kaya dengan oksigen setelah diproses dari paru – paru untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. Bagian sebelah kanan menerima darah dari tubuh dan meneruskan ke paru – paru untuk kembali diperkaya dengan oksigen.

Arteri/Pembuluh Nadi
Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh tubuh. Darah yang keluar berwarna merah segar dan memancar.

Vena/Pembuluh Balik
Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Darah yang keluar mengalir dan berwarna merah gelap.

Kapiler/Pembuluh Rambut
Arteri akan terbagi – bagi menjadi pembuluh yang lebih kecil sehingga dapat mencapai hingga lebih dekat dengan kulit. Darah yang keluar sangat sedikit dan kadang hanya berupa titik-titik perdarahan.

Denyut
Dapat dirasakan dengan mudah pada daerah di mana arteri/pembuluh nadi berada dekat dengan kulit.
Lokasi pengecekan denyut yang paling mudah:
  1. Radial – Berada di pergelangan tangan
  2. Carotid – Berada di leher
  3. Femoral – Berada di lipatan paha
Setiap kali jantung berdetak, anda dapat merasakan denyutnya pada sistem arteri.


Darah
Komposisi darah terdiri atas sel darah putih, sel darah merah dan plasma darah.

Sumber Perdarahan
Perdarahan terjadi apabila darah keluar dari pembuluh darah oleh berbagai sebab seperti cedera atau penyakit.
Berdasarkan sumber perdarahan:
  1. Perdarahan nadi
  2. Perdarahan pembuluh balik
  3. Perdarahan pembuluh rambut
Jenis Perdarahan
Perdarahan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Perdarahan luar (terbuka), bila kulit juga cedera sehingga darah bisa keluar dari tubuh dan terlihat ada di luar tubuh.
  • Perdarahan dalam (tertutup), jika kulit tidak rusak sehingga darah tidak bisa mengalir langsung keluar tubuh.

Perdarahan yang harus segera ditangani adalah perdarahan yang dapat mengancam nyawa.

Perdarahan luar
Untuk membantu memperkirakan berapa banyak darah yang telah keluar dari tubuh penderita, hal yang dipakai adalah keluhan korban dan tanda vital. Bila keluhan korban sudah mengarah ke gejala dan tanda syok seperti yang dibahas dalam topik ini maka penolong wajib mencurigai bahwa kehilangan darah terjadi dalam jumlah yang cukup banyak.
Perawatan untuk perdarahan luar:
  1. Tekanan Langsung.
  2. Elevasi.
  3. Titik Tekan. Terdapat 9 titik tekan nadi pada tubuh manusia, yaitu temporal artery (di kening), facial artery (di belakang rahang), common carotid artery (di pangkal leher, dekat tulang selangka), brachial artery (di lipatan siku), radial artery (di pergelangan tangan), femoral artery (di lipatan paha), popliteal artery (di lipatan lutut), posterior artery (di belakang mata kaki) dan dorsalis pedis artery (di mata kaki).
  4. Immobilisasi.
Menggunakan Torniket
Torniket hanya digunakan dalam keadaan gawat darurat dimana tidak ada cara lain utnuk menghentikan perdarahan. Torniket diaplikasikan sedekat mungkin dengan titik perdarahan.


Perdarahan dalam
Perdarahan dalam dapat berkisar dari skala kecil hingga yang mengancam jiwa penderita. Kehilangan darah tidak dapat diamati pada perdarahan dalam.

Gejala dan Tanda
Beberapa tanda perdarahan dalam dapat diidentifikasi. Beberapa adalah sebagai berikut:
  1. Batuk darah berwarna merah muda
  2. Memuntahkan darah berwarna gelap (seperti ampas kopi)
  3. Terdapat memar
  4. Bagian abdomen terasa lunak
Perawatan untuk perdarahan dalam
Ingatlah untuk menggunakan standard universal, amankan lokasi kejadian dan hubungi tenaga terlatih.
  1. Jaga jalan napas tetap terbuka dan berikan oksigen sesuai peraturan
  2. Pertahankan panas tubuh penderita, tapi jangan sampai kepanasan
  3. Atasi syok
  4. Pindahkan penderita secepatnya
Bahaya lain pada perdarahan adalah kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Banyak kuman penyakit bertahan hidup di dalam darah manusia, sehingga bila darah korban ini bisa masuk kedalam tubuh penolong maka ada kemungkinan penolong dapat tertular penyakit.
Perdarahan dalam harus dicurigai pada beberapa keadaan seperti:
  1. Riwayat benturan benda tumpul yang kuat
  2. Memar
  3. Batuk darah
  4. Muntah darah
  5. Buang air besar atau air kecil berdarah
  6. Luka tusuk
  7. Patah tulang tertutup
  8. Nyeri tekan, kaku atau kejang dinding perut
Perawatan Perdarahan

1. Perlindungan terhadap infeksi pada penanganan perdarahan:
  • Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban.
  • Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan.
  • Cucilah tangan segera setelah selesai merawat.
  • Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban.
2. Pada perdarahan besar:
  • Jangan buang waktu mencari penutup luka.
  • Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan) atau dengan bahan lain.
  • Bila tidak berhenti maka tinggikan bagian tersebut lebih tinggi dari jantung (hanya pada alat gerak), bila masih belum berhenti maka lakukan penekanan pada titik-titik tekan.
  • Pertahankan dan tekan cukup kuat.
  • Pasang pembalutan penekan.
3. Pada perdarahan ringan atau terkendali:
  • Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka.
  • Tekan sampai perdarahan terkendali.
  • Pertahankan penutup luka dan balut.
  • Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama.
4. Perdarahan dalam atau curiga ada perdarahan dalam:
  • Baringkan dan istirahatkan penderita.
  • Buka jalan napas dan pertahankan.
  • Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi.
  • Perawatan syok bila terjadi syok atau diduga akan menjadi syok.
  • Jangan beri makan dan minum.
  • Rawatlah cedera berat lainnya bila ada.
  • Rujuk ke fasilitas kesehatan.

Jam Biologis Tubuh

Jam biologis manusia bekerja sepanjang waktu. Setiap hormon atau zat kimiawi tubuh bekerja pada jam-jam tertentu yang sudah pasti. Berp...